Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Semangat pagi sedulur Dishub…
KEBUMEN–Pemkab Kebumen mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perhubungan karena dinilai berperan aktif dan bertanggungjawab dalam upaya keselamatan di perlintasan sebidang. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Ir. Zulfikri M.Ss DEA dan diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Kebumen R.A.I. Ageng Sulistyo Handoko S.IP, Jumat (6/9/2019).

Penghargaan diserahkan bersamaan dengan acara Forum Group Discussion (FGD) “Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?” yang berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta. Selain Kebumen, penghargan yang sama juga diberikan kepada Pemkab Bojonegoro, Tegal, Muara Enim, Serang dan Pemkab Garut.

Forum Group Discussion dihadiri oleh Sekjen Kemenhub Dr. Ir. Djoko Sasono M.Sc (ENG) yang sekaligus sebagai pembicara kunci. Hadir dari Komisi V DPRI, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, seluruh Kepala Dinas Perhubungan Pulau Jawa dan Sumatera, Direktur Utama PT Kereta Api (Persero), Direktur Utama Jasa Raharja dan pejabat di Lingkungan Kementerian Perhubungan.

Kepala Dishub Kabupaten Kebumen R.A.I. Ageng Sulistyo Handoko S.IP, menyampaikan, penghargaan tersebut menunjukkan upaya dan kerja keras semua pihak. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan upaya bersama antara Dishub, OPD lain, kepolisian dan dukungan Bupati serta DPRD Kebumen.  "Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh jajaran dan pimpinan Pemkab Kebumen, mustahil kerja keras ini terwujud," tuturnya.

Pihaknya mengaku, permasalahan perlintasan kereta api sebidang di wilayah Kebumen dapat diselesaikan dengan baik. Antara kepentingan keselamatan dan masyarakat dapat terwujud win win solution. Persoalan perlintasan kereta api tidak semata-mata faktor keamanan saja. "Ini juga menyangkut faktor sosial dan ekonomi. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam menangani perlintasan kereta tanpa penjaga dan palang pintu," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Kementrian Perhubungan Djoko Sasono yang bertindak selaku keynote speaker menyampaikan keselamatan menjadi ujung tombak dalam penyelenggaran transportasi.

Khususnya dibidang perkeretaapian. Hingga kini setiap tahunnya masih terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api. Dimana tahun 2018 terjadi kecelakaan sebanyak 395 kecelakaan dengan jumlah korban jiwa sebanyak 245 orang. "Tingginya tingkat kecelakaan diperlintasan sebidang kereta api salah satunya disebabkan oleh penanganan yang belum menjadi prioritas para pemangku kepentingan (steakholder)," jelasnya.

Dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan mitranya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional Selamat di perlintasan Kereta Api. Gerakan dimulai pada hari Jumat tanggal 3 Mei 2019 pada 13 lokasi perlintasan.

"Kami juga berharap kepada Pemerintah Daerah untuk dapat berperan aktif dalam meningkatkan standar keselamatan khususnya di perlintasan sebidang dan juga dapat mengevaluasi permasalahan kondisi perlintasan sebidang berupa kelengkapan infrastruktur, serta geometrik pada perlintasan sebidang," ucapnya.

Tetap update informasi Dishub, jangan lupa like n follow facebook fanpage dishub kebumen. Like, share n comment dari Sahabat Dishub selalu kami tunggu.